Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2008

Dr. Shorrosh dan "The True Furqan"

Tak seorangpun tau siapa dibalik “Al-Quran palsu” yang pernah “masuk” kota Surabaya. Dialah pastor evangelist Amerika bernama Dr. Anis Shorrosh

Hidayatullah.com—“Al-Quran Palsu” atau dikenal dengan “The True Furqan” pernah menghebohkan Surabaya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur sekitar tahun 2002.

Namun, menurut Baptist News, buku yang sama pada 17 April 1999 sudah pernah dikirimkan ke beberapa kedutaan besar negeri-negeri Muslim di Paris, Perancis. The True Furqan juga pernah mampir ke institusi-institusi penting Inggris, termasuk BBC. Pada waktu hampir bersamaan, buku yang sama juga sudah muncul di ruang redaksi jurnal berbahasa Arab di London, Inggris, serta di meja editor majalah-majalah berbahasa Arab, Ibrani, dan Inggris di Yerusalem.

The True Furqan dapat dipesan secara online melalui www.amazon.com dan www.barnesandnoble.com. “Al-Quran palsu” yang tebalnya 368 halaman ini kabarnya digarap serius selama tujuh tahun, dan mencoba meniru mentah-mentah gaya dan bahasa Al-Quran, tapi isinya justru menggoyang ajaran-ajaran Al-Quran.

Gaya puisi dan prosa, serta bahasa Arab klasik, yang digunakan The True Furqan seolah serupa dengan Al-Quran. Bedanya, kitab ini sepenuhnya berisi ajaran Bibel. "Selama ini, tak ada terjemahan Arab klasik Bibel yang dipandang layak baca oleh kaum Muslimin," kata Al Mahdy. Dalam pandangan Al Mahdy, karena bahasa tulis klasiknya merupakan salah satu bahasa tersulit di dunia, kualitas bahasa adalah sumber kebanggaan orang Arab. "Mereka memperolok Bibel yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab percakapan, karena menilainya berkualitas rendah," kata Al Mahdy. Tak mengherankan jika upaya membuat Bibel yang mirip Al-Quran pun ia lakoni. Al Mahdy adalah salah satu penulis The True Furqan.

Tapi, siapa sebenarnya sosok Al Mahdy ini? Tak pernah ada yang tahu pasti. Cuma, beberapa kalangan menduga kuat bahwa pengarang "Al-Quran palsu" ini adalah Dr. Anis Shorrosh, seorang evangelis Amerika. Dugaan ini, pernah dikemukakan M. Syamsi Ali, pemuka Islam asal Indonesia yang kini tinggal di Amerika Serikat.

Anis Shorrosh

Dalam salah satu situs webnya, Anis Shorrosh menempatkan The True Furqan dalam deretan buku-buku karyanya. Selain itu, salah satu halaman newsletter situs Trinity Broadcasting Network sempat melaporkan keberhasilan Shorrosh menyusun Al-Quran versi baru, yang menyertakan pesan-pesan Gospel.

Anis Shorrosh adalah salah satu evangelis terkemuka Amerika. Lahir di Nazareth, kota kelahiran Yesus, Anis Shorrosh mengalir darah Palestina. Konon, ayahnya meninggal ketika Nazareth jatuh ke tangan tentara Israel. Setelah Nazareth dikuasai Israel, Shorrosh pun terpaksa mengungsi ke Yordania. Ia kemudian belajar sosiologi di Mississippi College, sebelum belajar agama di New Orleans Baptist Theological Seminary. Ia juga punya dua gelar doktor dari Luther Rice International Seminary dan dari American Institute of Ministry di Dayton, Tennessee.

Walau mengaku sempat dendam terhadap Israel, belakangan Shorrosh malah bekerja di "negeri zionis" itu. Sejak 1959-1966, Anis Shorrosh telah menjadi evangelis di Timur Tengah. Tiga tahun di antaranya mengabdi pada Gereja Jerusalem Baptist. Dia juga pernah bertugas di Judea dan Samaria. Shorrosh pun mengajar di sejumlah sekolah teologi dunia. Pada 1990-an, ia lebih banyak bertugas sebagai misionaris di Afrika. Antara lain di Kenya, Capetown, Durban, dan Johannesburg. Setelah itu, pada 1995, Shorrosh bertugas di Selandia Baru, sebelum kemudian pergi ke Inggris dan Portugal. Setelah itu, barulah dia terkenal sebagai evangelis fanatik di Amerika.

Salah satu peristiwa yang mencuatkan nama Anis Shorrosh adalah perdebatannya dengan Ahmed Deedat, pendakwah Islam terkemuka asal Afrika Selatan. Deedat, peraih penghargaan Raja Faisal --penghargaan yang disebut-sebut sebagai "Nobel versi Islam"-- adalah seorang kristolog, ahli ajaran Kristen, yang kerap mengundang pendeta Kristen terkemuka berdebat mengenai Injil. Perdebatan Anis Shorrosh dengan Ahmed Deedat pernah berlangsung dua kali pada 1980-an. Pertemuan pertama dengan topik bahasan "Apakah Yesus Itu Tuhan?" dilakukan di depan 5.000 hadirin di Albert Hall, London.

Pertemuan kedua, dengan hadirin tak kurang dari 12.000 orang, berlangsung di Birmingham, Inggris. Temanya, "Al-Quran dan Bibel: Yang Mana Firman Tuhan?". Latar belakangnya sebagai keturunan Arab Palestina, boleh jadi, membuat Shorrosh punya keyakinan ekstra jika menilai miring Al-Quran serta Islam. Dan ia pun tak pernah berupaya menyembunyikan ketidaksukaannya pada Islam. Maka, setelah perdebatannya dengan Deedat, Shorrosh pun terus menorehkan reputasi sebagai pengkritik Islam yang keras. Lihat saja salah satu buku yang ditulisnya, Islam Revealed: A Christian Arab's View of Islam.

Buku yang dipromosikan sebagai "pembuka mata untuk melihat agama mematikan yang dipercaya satu dari setiap lima orang di dunia" ini, selain berisi teks perdebatan antara Shorrosh dan Ahmed Deedat, juga berisi berbagai tudingan Shorrosh bahwa Islam merupakan kepercayaan yang salah dan penuh kekeliruan. Lebih jauh, dalam Islam Revealed, Shorrosh menggarisbawahi pendapatnya bahwa Islam sebenarnya merupakan agama teror yang menjunjung tinggi kekerasan. Walau kerap terlihat keliru menafsir Al-Quran, Shorrosh yakin, akar kekerasan Islam bersumber langsung dari Al-Quran. Maka, ia pun menganjurkan kaum Muslim untuk mengganti Al-Quran.

Mungkin, karena itu pula, Anis Shorrosh menyebut The True Furqan sebagai bacaan penting. "Inilah Quran yang lebih baik, ditulis dalam bahasa Arab yang indah dan benar, serta diterjemahkan dalam bahasa Inggris yang juga tepat," katanya. Toh, The True Furqan bukan satu-satunya proyek Anis Shorrosh. Ia, misalnya, juga punya proyek khusus yang diberi nama "Project Informing Washington on the Truth of Islam". Tetapi, yang disebutnya sebagai kampanye mengenai kebenaran Islam itu tak lain adalah propaganda untuk "menyadarkan" pemerintah dan rakyat Amerika bahwa negeri mereka telah diinvasi oleh Islam.

Buku-buku Anis Shorosh Lewat sebuah rekaman video berjudul Islam: A Threat or Challenge, Shorrosh berkampanye bahwa jauh sebelum peristiwa 11 September, ia sebenarnya telah sibuk mengingatkan Amerika dan seluruh dunia akan ancaman Islam. Rencananya, kaset propaganda ini dibagikan Shorrosh kepada seluruh anggota Kongres, Senat, dan politisi penting Amerika.

Toh, gaya Anis Shorrosh yang provokatif tak selalu membuat nyaman umat Kristen Amerika. Dua hari setelah serangan teroris 11 September ke Gedung World Trade Center, New York, Anis Shorrosh diundang ke Houston Baptist University (HBU). Ia diminta berceramah mengenai prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

Dalam ceramahnya, Shorrosh malah menghubungkan Nabi Muhammad dengan setan. Ia juga menyatakan dengan yakin, kaum Muslim adalah pencinta kekerasan. Ceramah itu pun menyinggung sebagian mahasiswa yang hadir, baik yang beragama Islam maupun sebagian yang Kristen.

Jurnal Baptist Standar pernah melaporkan bahwa ceramah Shorrosh itu memang penuh ucapan mengejutkan. Untuk menghindari masuknya teroris, misalnya, Shorrosh mengusulkan mengusir seluruh kaum Muslim yang datang ke Amerika. Shorrosh juga sempat mengatakan bahwa sebaiknya seluruh warga Amerika di Timur Tengah dipulangkan, setelah itu dibom atom saja kawasan tersebut.

Shorrosh punya satu jalan keluar saja bagi Islam. "Saya adalah salah satu dari ribuan umat Kristen yang setiap Jumat malam berpuasa dan berdoa bagi kejatuhan Islam," katanya. Pidato semacam itu jelas membuat para petinggi universitas menyesal. Mereka meminta maaf pada hadirin atas pernyataan Shorrosh.

"Anda pasti tak akan mengundang tamu ke rumah Anda hanya untuk membiarkan dia menghina Anda," tulis Doug Hodo, Rektor HBU, dalam edisi khusus surat kabar kampus yang terbit sehari setelah pidato Shorrosh.

"Orang memang tak perlu minta maaf untuk imannya. Tetapi, dalam lingkungan di mana ada orang beragama lain, Anda tentu tak bisa sengaja melakukan sesuatu hanya untuk melukai mereka," kata Jack Purcell, Wakil Rektor HBU. [cha, gatra dan beberapa sumber/www.hidayatullah.com]

Selasa, 15 April 2008

Anggun C. Sasmi

al-islahonline.com : Anggun Cipta Sasmi (Anggun) , seorang penyanyi Indonesia yang kini tinggal di Perancis mengatakan dalam sebuah wawancara ketika ditanya tentang agamanya :

?Agama itu adalah sifatnya personal atau pribadi, artinya agama adalah hubungan antara anda (manusia) secara vertikal kepada Tuhannya.?

?Kalau anda menanyakan apa agama saya, saya tidak perlu menjawabnya, yang penting saya percaya sama Tuhan. Apakah saya menyebutnya Allah seperti orang Islam menyebut, atau Yesus seperti orang Kristen, atau Sidharta Budha Gautama seperti orang Budha menyebutnya. Itu adalah hubungan pribadi saya dengan Tuhan.?

Wawancara tersebut ditayangkan oleh sebuah TV swasta. Sungguh saya pribadi tersentak kaget, dia yang hanya seorang artis begitu fasih menyatakan tentang Pluralisme, bukan hanya fasih, saya menilai Anggun sepertinya sangat memahami apa yang disebut sebagai Pluralisme, bahkan saya yakin dia lebih memahami dari sebagian besar sarjana-sarjana agama di Indonesia ini.

Keanehan ini menimbulkan tanda tanya besar bagi saya, karena dia yang hanya seorang artis dan tidak memiliki background pendidikan agama justru mengetahui secara persis makna dari Pluralisme.

Selidik punya selidik, ternyata dia hidup menetap di Perancis, yaitu sebuah negara yang sangat sekuler (negara sekuler pertama kali) dan di Perancis Pluralisme berkembang sangat subur, Perancis telah berhasil mendidik warganya memahami Pluralisme yang salah satu hasilnya adalah Anggun C. Sasmi walaupun dia hanya seorang artis.

Salah satu efek dari negara sekuler adalah suburnya hidup bebas antara pria dan wanita walaupun diluar nikah (samen leven). Konon Anggun telah hidup bersama managernya yang orang Perancis dan sangat menikmatinya walaupun hidup diluar nikah, dan kini Anggun justru akan menikah dengan orang Canada, inilah salah satu produk negara sekuler yang sangat dinikmati oleh warganya, yang penting tidak mengganggu hak orang lain.

Sebelum kita mengkaji tentang negara Perancis yang Sekularis-Pluralis-Liberalis, marilah kita kaji dulu definisi Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme sesederhana mungkin, yang penting kita memahami terlebih dahulu makna tersebut walaupun tidak mendalam.


Sekularisme

Sekularisme secara sederhana dapat didefinisikan sebagai doktrin yang menolak campur tangan nilai-nilai keagamaan dalam urusan manusia, singkatnya urusan manusia harus bebas dari agama atau dengan kata lain agama tidak boleh mengintervensi urusan manusia. Segala tata-cara kehidupan antar manusia adalah menjadi hak manusia untuk mengaturnya, Tuhan tidak boleh mengintervensinya.

Sikap orang-orang Sekularis ini terlihat angkuh, sombong bahkan sangat menggelikan, bagaimana tidak, mereka seakan-akan lebih mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk bagi urusan manusia melebihi Allah SWT yang telah menciptakannya. Memang patut diakui, orang-orang Sekularis adalah orang-orang genius dan brillian bahkan dengan gelar pendidikan profesor-doktor yang menyilaukan mata, tetapi sangat tidak pantas bila mereka lantas merasa lebih tahu urusan manusia dari pada Allah SWT yang menciptakannya.

Negara Sekuler berarti negara yang mengatur kehidupan warganya tanpa mengikutkan campur tangan nilai-nilai agama, dengan kata lain negara dengan nol agama. Mendiang Cak Nur pernah mengatakan Islam Yes partai Islam no yang artinya silahkan saja beragama Islam, tetapi tidak usah membuat partai yang memperjuangkan Islam. Lebih jauh makna tentang ungkapan itu adalah tidak usah membawa-bawa nilai-nilai agama ke dalam parlemen, silahkan saja amalkan agama secara pribadi, biar negara yang mengatur urusan warganya.

Allah SWT telah memperingatkan terhadap tipu daya orang-orang Sekularis yang artinya :

?Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

?Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar? QS. 2:11-12


Pluralisme

Pluralisme adalah sebuah paham yang mendoktrinkan bahwa kebenaran itu bersifat banyak atau tidak tunggal. Ada Pluralisme dalam agama, hukum, moral, filsafat dan lain sebagainya, dalam kajian ini akan kita ambil defenisi Pluralisme dalam agama yang sering disebut sebagai Pluralisme agama atau sering kali disingkat sebagai Pluralisme saja.

?Hakekat dan keselamatan bukanlah monopoli satu agama tertentu, semua agama menyimpan hakikat yang mutlak dan sangat agung, menjalankan masing-masing progam agama bisa menjadi sumber keselamatan?

Jadi orang yang berpaham Plural dia sejatinya meyakini bahwa dalam agama Islam ada keselamatan untuk menuju sorga, dalam waktu yang bersamaan dia juga meyakini bahwa dalam agama Kristen juga ada jalan keselamatan menuju ke sorga, begitu juga dalam agama Budha, Hindu, Konghucu dan lain sebagainya.

Dan Anggun sepertinya sangat paham tentang Pluralisme tersebut dengan ungkapannya :

?Kalau anda menanyakan apa agama saya, saya tidak perlu menjawabnya, yang penting saya percaya sama Tuhan. Apakah saya menyebutnya Alloh seperti orang Islam menyebut, atau Yesus seperti orang Kristen menyebut, atau Sidharta Budha Gautama seperti orang Budha menyebutnya. Itu adalah hubungan pribadi saya dengan Tuhan.?

Dari ungkapan itu, tersirat makna bahwa semua agama pada hakekatnya menyembah kepada Tuhan yang sama hanya beda dalam penyebutan, semuanya benar, tidak boleh mengklaim salah satu agama saja yang benar. Padahal Allah SWT berfirman yang artinya :

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata "Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putera Maryam"?... QS. 5:17

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. QS. 3:19


Liberalisme

Sebenarnya ada banyak macam Liberalisme, ada ekonomi Liberal, politik Liberal, demokrasi Liberal, Kristen Liberal, Islam Liberal dan lain sebagainya, yang akan kita coba tarik defenisinya adalah Islam Liberal.

Islam artinya tunduk patuh atau pasrah dan Liberal artinya bebas, jadi Islam liberal adalah tunduk patuh tapi bebas. Sesungguhnya istilah Islam liberal adalah istilah yang kontradiktif, masa Islam liberal, masa tunduk patuh bisa bebas. Jadi kalau ada orang mengatakan ?saya adalah penganut Islam Liberal? adalah pengakuan yang keliru lagi keblinger walaupun dia seorang profesor-doktor, mungkin saja pengakuannya supaya terkesan keren, atau mungkin untuk menipu umat Islam dengan istilah-istilah yang keren, Allah SWT berfirman yang artinya :

?? sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).? QS. 6:112

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. QS. 2:9

Namun yang dimaksud Islam Liberal dalam praktek adalah kebebasan dalam menafsirkan ajaran-ajaran Islam agar Islam compatible dengan modernitas, compatible dengan perkembangan zaman. Untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan penafsiran ulang atas al-Qur?an, tidak boleh mengikuti metode tafsir ulama-ulama terdahulu, menafsirkan al-Qur?an harus dengan cara kontemporer atau modern, bahkan harus membuang jauh-jauh sunnah Rasulullah saw dan menghujat ulama-ulama besar seperti Imam Syafi?i.

Banyak sekali yang akan dirombak ulang oleh Islam Liberal antara lain menghalalkan khamer, membolehkan zina asal tidak melanggar hak orang lain, tidak mengkafirkan umat di luar Islam agar bisa kawin secara lintas agama atau agar agama lain dapat dihukumi sama-sama akan masuk sorga dan masih banyak lagi hukum-hukum yang akan dirombak semuanya agar Islam dapat mengikuti dan sesuai dengan perkembangan zaman.


Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme

Pluralisme tidak akan berkembang tanpa adanya Liberalisme dalam agama, karena banyak sekali paham-paham Pluralisme yang me-nyimpang dari nash agama, untuk itu agama perlu ditafsir ulang secara bebas tidak terikat oleh pemahaman ulama-ulama terdahulu.

Liberalisme tidak akan tumbuh bebas dan subur bila sebuah negara tidak Sekular, karena sifat destruktif atau penghancur dari Liberalisme terhadap ajaran agama akan terlindungi oleh pemerintahan yang Sekular.

Sementara itu, negara Sekular sangat memerlukan warga negara yang Pluralis, karena negara akan benar-benar steril dari campur ta-ngan ajaran agama, pasalnya warga negara yang Pluralis tidak akan lagi berdakwah untuk mengembangkan agamnya, karena dipikirnya untuk apa berdakwah bila seseorang beragama apapun sudah terjamin masuk sorga.

Begitu juga negara Sekular akan sangat diuntungkan oleh warganya yang Liberalis dalam bergama, karena banyak sekali nash-nash agama yang menyatakan Sekularisme adalah penghancur agama. Dengan adanya Liberalisme agama, nash-nash tersebut akan berubah makna dengan sendirinya sehingga seakan-akan Sekularisme adalah ajaran agama.

Itulah hubungan keterkaitan antara ketiga isme tersebut, bahkan penganut Sekularisme akan dengan mudah masuk menjadi penganut Pluralisme atau Liberalisme, bahkan satu orang bisa mendapatkan gelar sebagai pejuang Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme.

Adian Husaini menulis sebuah topik dalam catatan akhir pekannya yang diberi judul ?Bahaya Sepilis? yaitu yang dimaksud adalah ba-haya Sekularisme-Pluralisme dan Liberalisme, penyingkatan tiga isme menjadi satu kata bisa jadi oleh penulisnya dimaksudkan agar umat Islam mewaspadai bahwa tiga isme tersebut adalah sebagai satu kesatuan yang sulit sekali terpisahkan dan sebagai mesin penghancur ajaran agama yang sangat efektif. Atau mungkin Adian Husaini ingin berpe-san bahwa ketiga isme tersebut adalah penyakit menular dan berbahaya seperti sipilis.


Indonesia Menuju Perancis

Ketika Anjasmara (pemeran Cecep) diwawancarai oleh sebuah acara infotainment tentang foto bugilnya dia mengatakan : ?saat ini mungkin bangsa Indonesia masih belum siap menerima karya seni menampilkan keindahan tubuh?, jawaban semacam ini adalah jawaban orang yang sudah teracuni atau tertular oleh penyakit Liberalisme dan Sekularisme, artinya orang-orang semacam ini mengharapkan agar norma-norma agama jangan ikut campur tangan dalam urusan seni dan kebebasan berekspresi, karena hal itu akan menghalangi perkembangan seni di Indonesia.

Pernyataan Anjasmara bahwa bangsa Indonesia belum siap, seakan-akan Anjasmara telah mengetahui bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang dalam proses penggiringan ke arah bangsa yang Sekularis-Pluralis-Libe-ralis seperti negara Perancis, hanya mungkin pada saat ini kadarnya masih kecil, nanti pada suatu ketika bila penggiringan ini telah berhasil maka foto-foto seperti foto telan-jang Anjasmara yang diklaim sebagai karya seni akan marak diproduksi dan dipamerkan, bahkan yang lebih seronokpun akan banyak bertebaran dengan alasan menghargai karya seni dan kebebasan berekspresi.

Pada saat ini, orang-orang sekularis selalu mempropagandakan untuk tidak membawa urusan agama dalam parlemen, bahkan Cak Nur dengan slogannya Islam Yes Partai Islam No adalah salah satu cara untuk menjegal perjuangan Islam ke dalam parlemen, sehingga bila tidak ada pejuang Islam dalam parlemen akan mudah negara ini menjadi sekular seperti Perancis, dengan dalam beberapa langkah lagi Pluralisme dan Liberalisme akan terpayungi dalam negara Indonesia ini.

Bila sudah demikian yang terjadi, sangat mungkin Indonesia akan melakukan seperti apa yang dilakukan Perancis, melarang berjilbab di tempat-tempat umum dan resmi, tetapi justru membebaskan pakaian minim yang sangat ekspresif dan erotis, karena pakaian semacam ini bagi negara Sekular tidak membahayakan malah bisa menjadi komoditi wisata yang berpotensi, tetapi jilbab berakibat sebaliknya bagi negara sekular, mengancam keamanan negara karena akan melahirkan sikap fanatik terhadap agama tertentu (Islam).

Kasus Anjasmara masih bisa diprotes, karena negara ini belum 100% Sekular dan Liberal, karena masih ada ruang bagi pejuang-pejuang agama untuk memprotesnya dan masih terakomodasi oleh negara, bila pejuang Sepilis telah berhasil menjadikan negara ini Sekular-Liberal maka tidak ada ruang lagi untuk memprotesnya.

Tidak heran dengan apa yang bisa dilakukan oleh Anggun di Perancis, kumpul kebo selama bertahun-tahun dengan managernya adalah hal yang biasa-biasa saja, membuat video clip sangat sensual juga merupakan yang biasa, memberikan pernyataan kepada pers bahwa semua agama benar malah menjadikan ia seperti pahlawan Pluralisme, hal ini karena Perancis adalah negara Sekularis-Plularis-Liberalis yang hampir 100%.

Seperti itulah yang diinginkan para pejuang Sekular-Plural-Liberal di Indonesia, tidak ada aturan agama yang bisa masuk ke dalam karya seni, kedalam urusan pemerintahan, kedalam kebebasan berekspresi bahkan kedalam kehidupan yang paling pribadipun yaitu semacam kehidupan kumpul kebo atau perzinaan.

Bila kita umat Islam santai-santai saja dalam menghambat gerakan Sekular-Plural-Liberal maka tinggal tunggu saja tanggal mainnya untuk menjadi seperti negara Perancis atau Australia, di mana tidak ada lagi suasana ke-Islam-an dan orang-orang yang dinilai militan dalam agama harus keluar dari negeri Australia.(ah)

Sumber: [http://www.al-islahonline.com/]

Selasa, 27 November 2007

Uskup Agung Inggris: AS, Simbul Imprealis Terburuk di Dunia

London (armnews) - Situs Koran Times, terbitan London mengutip Kepala Gereja Anglikan, Canterbury yang menyatakan Amerika merupakan simbul imperialis terburuk dalam sejarah.


Uskup Agung Rowan Williams, Kepala Gereja Anglikan dari Canterbury menyatakan bahwa AS dengan menerapkan politik intervensi dan radikal di dunia merupakan simbul imperialis yang paling buruk dalam sejarah.

Menurut Situs Koran Times, terbitan London, Williams dalam wawancara dengan Koran Amal milik warga Muslim di Inggris mengkritik keras politik imprealisme AS, dengan mengatakan, "Negara ini menggunakan kekuatannya yang secara bertahap mencapai puncak politik imperialisme dan penjajahan, yang lebih parah dari penjajahan Inggris terhadap India.

"Dikatakan pula, hal ini merupakan asumsi yang salah, dengan berpikir bahwa kekerasan dapat menyelesaikan problema di sebuah negara dan melakukan apa saja di sana, lalu menantikan dukungan rakyat. Langkah ini merupakan kekeliruan yang dilakukan oleh AS di Iraq."

Lebih lanjut, Kepala Gereja Anglikan ini menuturkan, "Perilaku AS dan penyimpangan yang dilakukan negara ini dalam melaksanakan tugas yang digembar-gemborkan malah menimbulkan krisis dunia dan mengabaikan nilai-nilai moral."

Dalam kesempatan tersebut, Williams mengkritik masyarakat Barat dengan mengatakan, definisi kemanusiaan oleh Barat menghilangkan subtansi kemanusiaan yang sebenarnya. Modernisasi Barat telah kehilangan spiritnya.

Jumat, 16 November 2007

Misi Gelap Walt Disney

Tahukah Anda bahwa di balik kekonyolan dan tingkah lucu karakter kartun Walt Disney tersimpan agenda jahat yang akan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan? Hal ini ditekankan oleh Wes Penre, tokoh penting di belakang kebangkitan musik rock dan heavy-metal AS di era 1980-an.

Wes Penre merupakan mantan anggota kelompok pemuja setan, yang kemudian bertobat dan menjadi peneliti dunia hiburan AS. Orang di belakang kesuksesan banyak kelompok music cadas Amerika ini dalam situs Illuminaty News (4 Juli 2004) menulis sebuah artikel singkat berjudul “The Walt Disney Agenda”. Penre membuka artikel itu dengan kalimat, “Saya menonton film kemarin, judulnya “The Haunted Mansion”, dibintangi oleh Eddie Murphy. Film ini diproduksi oleh Disney. Ini bukan sekadar film setan dengan akting yang payah, ada sesuatu di baliknya.

Pertanyaan pertama tentang film ini, setelah saya menontonnya, adalah:

Untuk siapa sebenarnya film ini? Orang-orang dewasa, atau anak-anak? Jika untuk orang dewasa, film ini sangatlah naïf, terlalu enteng, dan tidak lucu. Namun jika untuk anak-anak, ini adalah film yang amat sangat menakutkan. Lalu, untuk siapa sebenarnya Disney membuat film ini?”


Penre mengatakan, untuk menjawab semua pertanyaan itu maka kita perlu mengetahui siapa sesungguhnya Walt Disney, apa misi utama perusahaan Disney, untuk apa didirikan, dan akan digunakan sebagai apa?


“Walt Disney
merupakan anggota Freemasonry derajat 33°, suatu derajat tertinggi yang hanya bisa dicapai oleh tokoh-tokoh Yahudi, dan juga anggota Illuminaty. Di balik seluruh karakter kartun yang diciptakannya yang tersebar di aneka film, buku cerita, dongeng, dan sebagainya, ada agenda tersembunyi illuminaty untuk mempengaruhi dan men-setting pemikiran anak-anak, ” tulis Penre.

Seluruh produksi Disney mengandung simbol-simbol Masonik, okultisme, dan juga indoktrinasi maupun pengendalian alam pikiran. “Lewat Disney, mereka telah meracuni pemikiran manusia sedari anak-anak agar bisa menerima ‘The New World Order’ suatu saat kelak. Mereka juga memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak seluruh dunia apa yang disebut sebagai black-magic, The Sorcery, sebagai jalan keluar yang bagus, ” tandas Penre yang juga banyak menulis masalah-masalah Illuminaty di dunia hiburan Amerika.

Tanpa Anda sadari, anak-anak Anda telah “menghilang” ke dalam Disneyland dan diculik oleh perusahaan Disney dan dikorbankan serta diperbudak menjadi agen-agen The New World Order di masa depannya. Hebatnya lagi, Disney mampu melakukan ini semua di kamar-kamar tidur dan kamar-kamar keluarga seluruh keluarga di dunia ini. “Sekarang kita kembali kepada film ‘The Haunted Mansion’. Kami paham, betapa tidak mungkinnya para orangtua melarang anak-anak menonton film ini, yang seolah-olah diperuntukkan bagi anak-anak, namun banyak memuat unsur-unsur kekerasan, seksualitas, dan sejenisnya, ” tambahnya.


Penre juga bercerita bahwa seorang sahabatnya pernah menemui hal ganjil di Disneyland-California. “Di suatu tempat di tengah areal Disneyland, orang ini masuk dan bersembunyi ke dalam semak-semak untuk sekadar merokok. Tanpa diduga, dari semak-semak itu terlihat sebuah lorong ke dalam tanah. Dia masuk ke dalam dengan hati-hati. Dari dalam tanah dia mendengar suara tangisan anak-anak…, ” ujar Penre. (Rizki/eramuslim)

Sumber: www.swaramuslim.net